08644813
IQPlus, (27/3) - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan penjualan bersih sebesar US$ 2,03 miliar pada 2023. Angka ini turun sekitar 28% jika dibandingkan dengan realisasi penjualan bersih perseroan pada tahun sebelumnya yang sebesar US$ 2,83 miliar.
Dalam laporan keuangan yang dikutip, Rabu (27/3), tertera bahwa laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk AMMAN sebesar US$ 252,14 juta di sepanjang tahun 2023, atau turun sebesar 76,9% jika dibandingkan dengan perolehan laba Perseroan di tahun sebelumnya, yang sebesar US$ 1,09 miliar.
Alhasil, laba per shaam yang dapat diastribusikan kepada pemilik entitas induk AMMAN ikut turun menjadi US$ 0.000367 pada tahun 2023, dari tahun sebelumnya senilai US$ 0.01667. Namun demikian, kas dan setraa kas pada akhir tahun 2023, meningkat menjadi sebesar US$ 1,22 miliar dibanding tahun sebelumya yakni sejumlah US$ 817,7 juta.
AMMAN melaporkan EBITDA sebesar US$1.019 juta pada tahun 2023, turun 41% dari US$1.734 juta pada tahun 2022. Penurunan year-on-year ini terutama didorong oleh penjualan bersih yang lebih rendah, bea ekspor yang lebih tinggi, dan royalti pemerintah untuk emas. Namun, Q4 2023 merupakan kuartal terkuat dalam hal produksi dan kinerja keuangan. EBITDA Q4 2023 meningkat sebesar 60% jika dibandingkan dengan Q3 2023.
"Pada tahun 2023, kami menghadapi berbagai tantangan, seperti cuaca buruk, perubahan peraturan yang berdampak negatif, dan peningkatan biaya kepatuhan. Ketangguhan kami membuahkan hasil yang baik, di mana kami memecahkan rekor hasil pertambangan sepanjang sejarah Batu Hijau. Kami melampaui proyeksi produksi tembaga dan emas yang kami sampaikan sebelum IPO, masing-masing sebesar 14% dan 24%, meskipun kami tidak mencapai panduan pasca IPO sebesar 7% untuk tembaga dan 8% untuk emas. Proyek ekspansi kami, termasuk smelter dan PMR, berjalan sesuai jadwal dan bahkan melampaui target akhir tahun kami. Momen penting bagi AMMAN adalah keberhasilan kami mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 7 Juli 2023. Dedikasi kami terhadap inovasi dan keunggulan tetap tak tergoyahkan seiring dengan upaya kami untuk terus melampaui ekspektasi dan menetapkan standar baru bagi industri," kata Alexander Ramlie, Presiden Direktur AMMAN.
"Kuartal terakhir tahun 2023 adalah periode kinerja terkuat kami, dengan pertumbuhan penjualan bersih dan EBITDA quarter-on-quarter masing-masing sebesar 55% dan 60%. Namun, curah hujan yang memecahkan rekor pada beberapa bulan pertama tahun 2023 menyebabkan tingginya permukaan air di dasar tambang, sehingga memaksa kami untuk memproduksi konsentrat dari bijih stockpiles selama tujuh bulan pertama tahun 2023, yang memiliki kadar lebih rendah dibandingkan bijih segar. Cuaca ekstrem ini berdampak negatif terhadap laba bersih kami secara signifikan. Selain itu, laba bersih kami pada tahun 2023 juga sangat terpengaruh oleh bea ekspor baru sebesar 10% dan kewajiban bagi hasil sebesar 10% (IUPK PNBP). Ini merupakan tahun yang berat, namun kami mencapai kemajuan yang signifikan pada kuartal keempat. Jika penjualan bersih kuartal keempat disetahunkan, maka kami akan memecahkan rekor penjualan bersih yang dicapai pada tahun 2022," kata Arief Sidarto, Direktur Keuangan AMMAN. (end)