08350570
IQPlus, (25/3) - PT Multitrend Indo Tbk. (IDX:BABY) memberikan penjelasan resmi terkait potensi dampak penutupan Selat Hormuz terhadap operasional dan kinerja keuangan perseroan. Dalam keterbukaan informasi terbarunya, manajemen menegaskan bahwa fundamental bisnis tetap kokoh dengan strategi mitigasi yang terukur.
Hingga saat ini, emiten berkode saham BABY ini menyatakan tidak ada dampak signifikan terhadap rantai pasok (supply chain). Distribusi dan ketersediaan barang dilaporkan tetap berjalan normal. Namun, perseroan mulai mengamati adanya dampak ringan pada sisi pendapatan (topline). Hal ini dipicu oleh penurunan kepercayaan konsumen dan sikap wait-and-see dari pelanggan yang berakibat pada pembatalan rencana perjalanan. Meski demikian, manajemen menekankan bahwa dampak tersebut masih dalam kategori terkendali dan tidak bersifat material.
Untuk jangka menengah dan panjang, BABY memproyeksikan dampak terhadap rantai pasok akan terbatas. Keyakinan ini didasari oleh profil sumber produk perseroan yang mayoritas berasal dari pemasok lokal dan kawasan Asia. Hanya sebagian kecil produk yang diimpor dari wilayah Barat, sehingga diversifikasi ini memberikan ketahanan terhadap gangguan global.
Perseroan tidak menampik adanya potensi kenaikan biaya transportasi, logistik, serta harga bahan baku akibat gejolak harga energi global. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan kinerja operasional, sehingga diperlukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah ketidakpastian.
Sebagai upaya mitigasi, BABY telah menyiapkan lima strategi utama, yakni diversifikasi pemasok dengan fokus pada sumber lokal dan regional, optimalisasi manajemen inventori, peningkatan efisiensi biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan, penyesuaian strategi pemasaran guna menjaga stabilitas permintaan, serta pemantauan ketat terhadap perkembangan makroekonomi dan geopolitik global.
Direktur Utama PT Multitrend Indo Tbk, Niraj Jain, menegaskan bahwa perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi khusus yang dipicu oleh kondisi di Selat Hormuz dalam 12 bulan ke depan. "Kondisi saat ini tidak berdampak signifikan terhadap fundamental bisnis kami. Struktur operasional kami kuat dan terdiversifikasi," pungkasnya dalam keterangan tertulis tersebut. (end)