00629771
IQPlus, (7/1) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa pihaknya tengah memantau pergerakan Saham Saham PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM), Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), saham PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk. (NELY).
Selanjutnya BEI juga mencermati saham PT PAM Mineral Tbk. (NICL), Saham PT Victoria Insurance Tbk. (VINS) dan Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) karena adanya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).
Yulianto Aji Sadono Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan tertulisnya Selasa (6/1) menuturkan bahwa Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 10 Desember dan 24 Desember 2025 serta 6 Januari 2026 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) perihal penjelasan atas volatilitas transaksi saham GRPM dan perihal laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka saham NELY.
Selanjutnya perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek saham FORU, BIPI dan NICL serta perihal penyampaian laporan keuangan interim auditan saham VINS.
Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu para Investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa dan mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya.
Selain itu, investor juga disarankan untuk mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan RUPS.
"BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi,"pungkasnya. (end)