09126370
IQPlus, (2/4) - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo optimistis penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) melalui melalui berbagai kanal pembayaran BSI dapat meningkat pada 2026.
Ia menyatakan, pengumpulan donasi pada tahun lalu mencapai Rp236 miliar dengan total transaksi 10,5 juta kali.
"Kami lihat tren 2026 angka pengumpulan ZISWAF per bulannya lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Dan sebagai bank kami cukup bangga," kata Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Rabu.
Ia menuturkan, tren kenaikan pengumpulan donasi tersebut didukung oleh semakin meningkatnya basis nasabah perseroan yang kini telah mencapai 23 juta nasabah.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan berbagai kemudahan layanan pembayaran ZISWAF bagi masyarakat melalui kanal offline di 1.130 kantor cabang BSI serta e-channel melalui ATM, QRIS, BYOND by BSI, maupun BSI Mobile.
"Ke depan, BSI berkomitmen untuk terus memperluas dampak sosial melalui optimalisasi penghimpunan dan penyaluran ZISWAF, termasuk melalui penguatan layanan digital seperti superapps BYOND by BSI," ucap Anggoro.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan bahwa pihaknya hingga kini telah menjalin kolaborasi dengan 628 mitra lembaga ZISWAF.
Ia menyatakan, dalam lima tahun terakhir, perseroan telah menghimpun total Rp545,46 miliar zakat dari masyarakat dan nasabah melalui aplikasi digital BSI.
"Kami (BSI) kini punya superapps (BYOND by BSI), bukan lagi mobile banking, sejak tahun 2021 sampai 2025 (pengumpulan zakat) itu sebesar Rp545,46 miliar dengan total transaksi 45 juta transaksi," ujar Kemas Erwan Husainy.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan menyatakan bahwa pengumpulan zakat secara nasional berpotensi mencapai Rp327 triliun per tahun.
Ia memaparkan, potensi tersebut berasal dari zakat pertanian Rp19 triliun, zakat peternakan Rp9,5 triliun, zakat tabungan deposito Rp58 triliun, zakat pendapatan dan jasa Rp139 triliun, zakat ASN Rp9 triliun, zakat pendapatan individual Rp129 triliun, hingga zakat korporasi Rp99 triliun.
Pihaknya pun mengapresiasi BSI yang telah mendorong pengumpulan zakat korporasi serta Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) sehingga mencapai Rp271 miliar pada 2025.
"Nyatanya dalam lima tahun kontribusi (BSI) sangat luar biasa, khususnya dalam pengelolaan zakat, tahun kemarin sampai 19,12 persen kontribusinya terhadap (pengumpulan zakat) BAZNAS Pusat," tutur Rizaludin Kurniawan. (end)