33359797
IQPlus, (29/11) - China memperingatkan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi perusahaan-perusahaan China jika AS meningkatkan langkah-langkah pengendalian chip. Hal itu menyusul laporan bahwa Pemerintahan Joe Biden dapat mengumumkan pembatasan ekspor baru secepatnya minggu ini.
Minggu lalu, Kamar Dagang AS memberi tahu para anggota melalui email bahwa Pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan untuk menambahkan sebanyak 200 perusahaan chip China ke daftar hitam perdagangan, yang akan mencegah sebagian besar pemasok AS mengirimkan barang kepada mereka.
Ketika ditanya tentang laporan tersebut pada konferensi pers rutin, Juru Bicara Kementerian Perdagangan He Yadong mengatakan China sangat menentang apa yang menurutnya merupakan perluasan konsep keamanan nasional oleh AS, dan penyalahgunaan langkah-langkah pengendalian yang menargetkan perusahaan-perusahaan China.
AS telah memperketat kontrol atas semikonduktor di tengah kekhawatiran China dapat menggunakan teknologi canggih untuk memperkuat militernya.
"Tindakan ini sangat mengganggu tatanan ekonomi dan perdagangan internasional, mengganggu stabilitas keamanan industri global, dan merugikan upaya kerja sama antara China dan AS, serta industri semikonduktor global," katanya, dikutip dari Reuters, Jumat, 29 November 2024.
"Jika AS bersikeras meningkatkan tindakan pengendalian, China akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk secara tegas melindungi hak-hak sah perusahaan China," tambahnya.
Bloomberg melaporkan Pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan pembatasan tambahan pada penjualan peralatan semikonduktor dan chip memori AI ke China.
Mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, dikatakan proposal terbaru akan memberikan sanksi kepada lebih sedikit pemasok Huawei daripada yang direncanakan sebelumnya, terutama mengecualikan ChangXin Memory Technologies, yang mencoba mengembangkan teknologi chip memori AI. (end/ba)