EKONOM : PENINGKATAN INKLUSI KEUANGAN HARUS DIIKUTI PERBAIKAN SISTEM

  • Info Pasar & Berita
  • 30 Nov 2023

33334614

IQPlus, (30/11) - Ekonom Piter Abdullah mengatakan peningkatan inklusi keuangan harus diikuti dengan edukasi dan upaya perbaikan sistem keuangan.

"Inklusi selain didorong dengan edukasi juga harus diikuti dengan upaya memperbaiki sistem keuangan agar lebih efisien dan menarik bagi masyarakat," kata Piter di Jakarta, Kamis.

Selain itu, peningkatan inklusi juga perlu didukung dengan program-program bantuan untuk menjadikan masyarakat eligible dan bankable (layak). Sementara, literasi harus dilakukan secara konsisten melalui berbagai bentuk program edukasi kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 85,10 persen. Pemerintah menargetkan inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024.

Komponen-komponen dalam sistem keuangan meliputi antara lain institusi keuangan, baik perbankan maupun non-bank, pasar keuangan, korporasi, dan infrastruktur keuangan.

Menurut Piter, saat ini ada banyak faktor yang menghambat masyarakat untuk terhubung ke sektor keuangan utamanya bank, salah satunya adalah suku bunga bank yang sangat tinggi.

Selama suku bunga bank masih begitu tinggi, banyak yang tidak mampu membayar bunga bank, sehingga mereka akan menghindari lembaga keuangan dan bank.

"Inefisiensi yang tercermin dalam bentuk suku bunga tinggi ini selama ini tidak pernah diakui sebagai faktor penghambat inklusi keuangan," tuturnya. (end/ant)




Kembali ke Blog