EKSPANSI ARMADA, ELPI SIAPKAN DANA INVESTASI Rp 1 TRILIUN

  • Info Pasar & Berita
  • 25 Apr 2025

11430686

IQPlus, (25/4) - Sebagai bagian dari strategi ekspansi dan penguatan kapabilitas operasional, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menganggarkan belanja modal atau Capital Expenditure (capex) senilai Rp 1 Triliun.

Direktur Utama ELPI, Eka taniputra mengungkapkan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis melalui penambahan armada baru. Investasi ini akan difokuskan pada pengadaan berbagai jenis kapal guna mendukung kebutuhan proyek jangka panjang (long-term contracts) dan potential contract yang saat ini menjadi opportunity Perseroan baik di dalam maupun luar negeri.

Eka menjelasakan, rencana pengembangan armada meliputi 1 hingga 3 Fast Crew Boat (FCB), 1 unit Multicat, kapal multifungsi untuk mendukung operasi lepas pantai dan logistik pelabuhan. 6 hingga 7 Offshore Support Vessel (OSV), untuk memperkuat layanan di sektor minyak dan gas lepas pantai dan 5 unit Tug & Barge, guna memperluas kapasitas pengangkutan muatan curah dan proyek infrastruktur.

"Langkah ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam membangun armada yang modern dan efisien, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas dan kualitas layanan," ucapnya.

Dalam rangka memperkuat posisi di pasar domestik dan memperluas cakupan bisnis secara global, Perseroan saat ini telah mengelola sejumlah proyek eksisting di berbagai wilayah strategis di Indonesia, antara lain Batam-Natuna, Harbor Energy-Natuna, ENI, Balikpapan, PHM, Sulawesi dan Papua. Selain proyek domestik yang terus berkembang, Perseroan juga tengah mempersiapkan diri untuk mengamankan kontrak potensial dan memperluas jaringan usaha ke ranah internasional. Ekspansi ini mencakup wilayah: Malaysia (Semenanjung), Brunei (Sabah & Sarawak), Myanmar dan India. Sebagai bagian dari strategi perluasan pasar global, Perseroan juga akan melakukan ekspansi ke kawasan Middle East yaitu ke Abu Dhabi, Saudi arabia, Qatar dan Kuwait.

Langkah ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk memperluas jejak operasional secara global, meningkatkan diversifikasi pasar, serta memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam industri pelayaran dan layanan offshore

Langkah ini menunjukkan kesiapan dan adaptabilitas entitas anak dalam menangkap peluang pasar baru, serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional dan ketahanan energi.

Pada kesempatan yang sama, wawan Heri Purnomo Corporate Secretary ELPI menjelaskan, Perseroan mencanangkan adanya Reduction Emissions yang akan dicapai melalui converter Low Emission (Kapal diatas 15 Tahun), Launch Near Zero Emission Vesel Prototype dan Reduce Onshore Emissions Scope 2 (Non Kapal). Dengan output Roadmap in 2030 sebesar terdapat prosentase penurunan Converter to Low Emission Technology dan adanya Reduce Onshore Emission

Dalam hal pengurangan Reduction Emission, perseroan memiliki Project Diesel Dual Fuel yaitu program yang menggunakan mesin diesel dengan berbahan bakar ganda sehingga kapal dapat bekerja dengan bahan bakar gas (LNG) dan diesel secara bersamaan. Hasil dari konversi Kapal yang menggunakan Dual Fuel adalah Kapal mampu melakukan penghematan energi antara 80% - 86% dan mengurangi biaya operasional.

Dari Total Emisi Karbon 89.519,00 Ton Co2 eq menjadi Total Emisi Karbon 540,15 Ton Co2 eq dengan jumlah Penurunan 88.978,85 Ton Co2eq eqv 99,4%, Dari hasil penghematan energi yang signifikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 99% dan diharapkan mencapai Net Zero Emission.Selain itu, perseroan juga memiliki Project Multicat Hybrid yaitu project dengan Mengoptimalkan beberapa fungsi kapal secara individu menjadi 1 jenis kapal dengan multi fungsi

Parameter Sosial di Perseroan berfokus pada Gender Equality dimana Perseroan menargetkan akan melakukan Increase jumlah employee pada manajemen dan crew laut serta employe turnover, dengan detail female Management 40%, 5%female Crew dengan Turnover 2% Female Management & 15 Female Crew in 2030.

Business Ethic meliputi: Lost Time Incident Rate (LTIR)Total Recordable Incident rate (TRIR), Fatality rate & DART Rate, Certified ISO 9001, 14001, 45001, 37001, 27001 (ELPi & Subsidiary), dengan output 2030 0 LTIR, 0 Fatality Incident dan 0 Corruption. Untuk mendukung Anti Korupsi, perseroan juga akan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang sedang di proses di Tahun 2025. (end)




Kembali ke Blog