05938448
IQPlus, (29/2) - PT Intraco Penta Tbk (INTA) menggelar kegiatan Financing Gathering dengan mengundang berbagai institusi keuangan baik bank maupun perusahaan leasing pada 28/02 di Jakarta.
Kegiatan ini digelar untuk menjalin komunikasi dan kerja sama dengan institusi keuangan terkait potensi dan peluang pembiayaan untuk kredit investasi dan modal kerja untuk konsumen loyal INTA.
Didukung dengan pengalaman INTA selama 54 tahun dalam industri alat berat dan dengan didukung infrastruktur serta jangkauan jaringan shg memastikan INTA dapat memberikan after sales service yang baik.
INTA menargetkan kegiatan ini akan memberikan solusi dan berdampak positif bagi pertumbuhan bisnis semua pihak baik Inta, institusi keuangan dan konsumen loyal INTA.
Dengan dukungan after sales service dan quality service INTA dapat memberikan efisiensi dan produktivitas operasional konsumen INTA, dengan demikian dapat memastikan kewajiban pembayaran customer yang juga debitur dari institusi keuangan tsh untuk membayar kewajiban hutangnya ke INTA serta bank/leasing. INTA hadir untuk membantu konsumen loyalnya dan institusi keuangan dalam memitigasi risiko opersional.
Chief Finance Officer INTA,Willianto Febriansa, mengatakan Perseroan memiliki komitmen untuk meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan institusi keuangan baik perusahaan leasing, bank dan lembaga keuangan lainnya untuk mendukung penjualan alat berat dan spareparts INTA.
"Customer kami sudah melakukan perencanaan pembelian barang modal (capex) termasuk pengadaan alat berat untuk alat produksi mereka. Capex ini umumnya bernilai cukup besar sehingga customer membutuhkan dukungan pembiayaan baik dari leasing, bank maupun lembaga lainnya. Kami ingin meningkatkan kerja sama dengan lembaga keuangan yang berpotensi memberikan pembiayaan kepada customer kami, baik dalam bentuk modal kerja maupun kredit investasi," katanya dalam Financing Gathering INTA di JW Marriot Kuningan-Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2024).
Willianto Febriansa menyebutkan selama ini Perseroan memiliki dua channel pembiayaan penjualan yakni melalui lembaga pembiayaan dan cicilan langsung ke customer. Sayangnya, cicilan langsung tentu tidak memiliki tenor panjang hanya sampai 12 bulan, sedangkan customer membutuhkan pembiayaan yang panjang, seperti 24 bulan atau 36 bulan tenornya.
Untuk itu, Perseroan meyakini customer akan membutuhkan dukungan dari perusahaan pembiayaan. Perseroan berinisiatif meningkatkan porsi pembiayaan melalui lembaga dimasa yang akan datang.
"Saat ini saja kami sudah mencatat ada rencana pembelian alat berat sekitar Rp1,2 triliun per Januari 2024 dari capex para customer, hal itu tentu membutuhkan dukungan perusahaan pembiayaan di mana peran INTA di sini memberikan Quality Service sehingga perusahaan pembiayaan lebih percaya diri dalam menyalurkan pembiayaannya," ujar Willianto Febriansa.
Adapun saat ini INTA Group memiliki mitra perusahaan pembiayaan sekitar 30 lembaga dan Perseroan masih akan membuka kesempatan bagi lembaga lain yang ingin turut menyalurkan dananya pada customer-customer INTA.
Secara keseluruhan Willianto Febriansa mengatakan, tahun ini Perseroan memiliki target pertumbuhan pendapatan sekitar Rp1,3 triliun atau naik 20% dari pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp1,1 triliun.
Menurut Willianto Febriansa tahun ini perseroan melihat prospek industri yang lebih baik pasca penurunan pasar industri alat berat sebesar 25% tahun lalu. .Kami melihat tahun ini akan lebih baik apalagi pemilu sudah selesai sehingga memberikan kepastian bagi dunia usaha". (end)