22158994
IQPlus, (9/8) - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), perusahaan multi-energi Indonesia, kembali berpartisipasi dalam ajang Festival Lingkungan Iklim, Kehutanan, dan Energi Baru Terbarukan (LIKE) yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pada gelaran Festival LIKE yang ke-dua ini, ITM menampilkan inisiatif unggulan di aspek lingkungan, seperti penyelesaian pembangunan Persemaian Mentawir di Ibu Kota Nusantara, konservasi untuk tujuan arboretum, pelestarian keanekaragaman hayati, rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), serta pengembangan produk digital untuk memantau aktivitas revegetasi dan pengukuran serapan karbon.
"Festival LIKE memberikan ruang bagi para pemangku kepentingan, terutama perusahaan swasta dan instansi pemerintah, untuk berbagi pengalaman, inovasi, bahkan best practice untuk merealisasikan prinsip-prinsip keberlanjutan. Sesuai dengan tema Festival LIKE 2 "10Tahun Kerja untuk Sustainabilitas", kami menyampaikan upaya-upaya pelestarian lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati yang telah dilakukan sebagai bagian komitmen terhadap keberlanjutan dan strategi ITM, menjadi Perusahaan energi yang lebih hijau dan lebih pintar," ungkap Ignatius Wurwanto, Direktur ITM.
"Festival LIKE 2 diinisiasi oleh Kementerian LHK dalam rangka road to COP ke-29 2024 yang akan berlangsung di Azerbaijan. Festival ini menjadi wadah untuk memperkenalkan hasil kerja nyata dan upaya perbaikan kebijakan serta implementasinya di sektor kehutanan dan lingkungan hidup," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dalam sambutan pembukaan Festival LIKE 2.
Salah satu inisiatif unggulan yang menarik minat pengunjung adalah Persemaian Mentawir yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara, pada awal Juni lalu. Untuk informasi, Persemaian Mentawir merupakan lumbung bibit yang akan mendukung perwujudan aspek forestry Ibu Kota Nusantara. Persemaian yang terletak di Sepaku, Kab. Penajam Paser Utara, ini memiliki kapasitas 15 juta bibit per tahun, menjadi yang terbesar di Indonesia, dan seluruhnya merupakan pengembangan tanaman endemik Kalimantan.
"Informasi tentang Persemaian Mentawir cukup menarik. Dan kami bangga bisa menjadi bagian dari pembangunan fasilitas yang akan menyuplai bibit untuk upaya revegetasi di IKN. ITM diberi mandat untuk membangun fasilitas instalasi persemaian di atas area seluas 6 Ha. Berkat kolaborasi dengan Kementerian LHK, Kementerian PUPR serta sejumlah instansi lain, Persemaian Mentawir dapat diselesaikan dengan baik," imbuh Ignatius dalam siaran pers (8/8).
Inisiatif lain yang juga menjadi sorotan ITM di Festival yang berlangsung pada 8-11 Agustus 2024 itu adalah arboretum seluas 270 hektar. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya Perusahaan untuk menjaga keanekaragaman hayati di area pascatambang maupun area yang belum ditambang, menyediakan lokasi penelitian bagi para akademisi, serta menjadi rumah bagi ragam flora dan fauna, termasuk satwa yang dilindungi dari kelompok mamalia, primata, dan burung.
ITM bersama anak-anak usahanya juga menjadi Perusahaan yang telah menyelesaikan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) pada area seluas 24.407 hektar, terluas di antara perusahaan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Terbaru, ITM diberikan kepercayaan untuk melakukan rehabilitasi DAS di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Booth ITM di Festival LIKE 2 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center dimeriahkan berbagai aktivitas, mulai dari mini talkshow bertema lingkungan oleh komunitas Green Power, display interaktif yang menunjukkan inisiatif ITM di aspek lingkungan, demonstrasi produk teknologi, hingga kuis berhadiah menarik bagi pengunjung Festival. (end)