31758836
IQPlus, (13/11) - Menjelang akhir tahun, PT Hutama Karya (Persero) tetap konsisten mewujudkan komitmennya untuk menyelesaikan proyek infrastruktur prioritas dengan tepat waktu dan tepat mutu.
Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Fase 2A CP203 Area Kota - Glodok di Glodok, Jakarta Barat, DKI Jakarta dan Proyek Underpass Joglo di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah termasuk proyek prioritas Hutama Karya.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, mengungkapkan bahwa per awal November 2024, Proyek MRT Fase 2A CP203 telah mencapai progres signifikan hingga 63%.
Ia menyebutkan, proyek tersebut yang digarap melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Sumitomo Mitsui Construction Co. & Hutama Karya (SMCC-HK JO).
SMCC - HK JO berkomitmen untuk dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu, terlebih sebelumnya Hutama Karya memiliki portofolio dalam menggarap proyek MRT Jakarta Fase 1 (CP106) rute Dukuh Atas . Bundaran HI.
"Pada tanggal 21 Oktober 2024 kemarin telah dilakukan seremonial Breakthrough TBM-1, dimana tunnel pada CP203 sepanjang 1,4 km yang menghubungkan Stasiun Kota - Glodok - Mangga Besar telah selesai. Dalam proyek JO ini, Hutama Karya memegang scope pekerjaan 35%, dimana progres pekerjaan telah mencapai 45%, meliputi design, pekerjaan galian, struktur, dan mechanical, electrical and plumbing (MEP)," terang Adjib.
Lebih lanjut Adjib mengatakan bahwa SMCC-HK JO tidak hanya menggunakan teknologi terbaru seperti alat TBM (Tunnel Boring Machine) serta penerapan Building Information Modeling (BIM) pada proyek ini.
Mereka juga konsisten melakukan koordinasi kepada para stakeholder & instansi pemerintah terkait traffic diversion dan relokasi utilitas yang terdampak di sekitar area proyek sebagai strategi percepatan proyek.
"Lokasi proyek yang berada di pusat Kota Jakarta menjadi tantangan sendiri dalam pengerjaan Proyek MRT Fase 2A CP203, seperti kondisi lahan yang sempit, lalu lintas yang padat, dan bangunan cagar budaya (heritage) di sekitar area proyek. Terkait cagar budaya, kami melakukan penanganan khusus dan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Tim Ahli Cagar Budaya agar tetap terawat dan terjaga nilai sejarahnya," imbuh Adjib. (end)