05649799
IQPlus, (26/2) - Survei yang dilakukan Institut Ifo menunjukkan semangat bisnis Jerman meningkat pada Februari. Penguatan terjadi meskipun mungkin tidak cukup untuk mencegah perekonomian terbesar di Eropa ini agar tidak terperosok ke dalam resesi lagi.
Institut Ifo mengatakan indeks iklim bisnisnya naik menjadi 85,5 dari 85,2 pada Januari, seperti yang diperkirakan oleh para analis dalam jajak pendapat Reuters. .Perekonomian Jerman stabil pada tingkat yang rendah,. kata Presiden Ifo Clemens Fuest, dikutip dari The Business Times, Senin, 26 Februari 2024.
Jerman telah mengalami kesulitan sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 yang mendorong kenaikan biaya energi, dan perekonomian Jerman yang luas dan sarat industri kini berada pada pertumbuhan nol atau negatif selama empat kuartal berturut-turut, sehingga membebani seluruh zona euro.
Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman menyusut sebesar 0,3 persen pada 2023, menjadikannya negara dengan kinerja ekonomi terburuk di dunia. Secara luas diperkirakan memasuki resesi teknis lainnya pada kuartal pertama tahun ini, setelah menyusut 0,3 persen pada kuartal terakhir tahun lalu, kantor statistik federal mengatakan, mengkonfirmasikan perkiraan awal.
Pakar Ifo Klaus Wohlrabe mengatakan kepada Reuters bahwa tanda-tandanya menunjukkan sedikit penurunan PDB kuartal pertama. Peningkatan sentimen disebabkan oleh ekspektasi yang tidak terlalu pesimistis, dengan indeks tersebut meningkat menjadi 84,1 di Februari dari 83,5 di Januari, sebagian besar sejalan dengan perkiraan sebesar 84.
"Sungguh tidak spektakuler. Output perekonomian pada kuartal pertama kurang lebih tidak berarti apa-apa. Jika keadaan membaik, ekspektasi dalam beberapa bulan mendatang akan lebih cerah dari yang kita lihat sejauh ini," pungkas Ekonom Senior LBBW Jens-Oliver Niklasch mengenai temuan Ifo. (end/ba)