11455108
IQPlus, (24/4) - Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak bank-bank sentral di Asia untuk fokus pada inflasi dalam negeri dan tidak mengaitkan keputusan kebijakan mereka terlalu dekat dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Federal Reserve AS.
Menurunnya ekspektasi terhadap penurunan suku bunga jangka pendek oleh The Fed telah mendorong penguatan dolar AS yang mendorong pelemahan beberapa mata uang Asia seperti yen Jepang dan won Korea Selatan.
Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna Srinivasan menyebutkan analisis staf IMF menunjukkan bahwa suku bunga AS memiliki dampak kuat dan langsung terhadap kondisi keuangan dan nilai tukar Asia.
"Ekspektasi mengenai pelonggaran kebijakan The Fed berfluktuasi dalam beberapa bulan terakhir, didorong oleh faktor-faktor yang tidak terkait dengan kebutuhan stabilitas harga di Asia," ujarnya, dalam penjelasan mengenai prospek kawasan, dikutip dari The Business Times, Rabu, 24 April 2024.
"Kami merekomendasikan bank sentral Asia untuk fokus pada inflasi domestik, dan menghindari pengambilan keputusan kebijakan yang terlalu bergantung pada antisipasi pergerakan Federal Reserve. Jika bank sentral terlalu mengikuti The Fed, mereka dapat merusak stabilitas harga di negara mereka sendiri," tukasnya.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi dilema yang dihadapi beberapa bank sentral Asia ketika perubahan pasar mata uang yang dipicu oleh The Fed baru-baru ini mempersulit jalur kebijakan mereka. (end/ba)