03254429
IQPlus, (2/2) - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai dampak banjir di sejumlah daerah berpotensi menekan pasokan pangan nasional dan memicu gejolak harga, sehingga pemerintah perlu memperkuat pengelolaan distribusi serta menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti mengatakan gangguan produksi dan distribusi akibat banjir perlu diantisipasi secara terukur agar tidak berujung pada kenaikan harga pangan, terutama beras dan komoditas pertanian.
"Untuk menjaga stabilitas harga pangan, ada dua hal utama yang harus dijaga, yaitu dari sisi supply dan demand,"kata Esther di Jakarta, Senin.
Data Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menunjukkan banjir telah berdampak pada 5.168,9 hektare areal persawahan, termasuk 132,8 hektare lahan persemaian, yang berpotensi mengganggu musim tanam awal 2026. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di Jawa Barat dan Banten.
Tekanan terhadap pasokan pangan tersebut terjadi menjelang perayaan Imlek serta memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, yang secara historis mendorong kenaikan permintaan beras dan komoditas pangan. (end/ant)