02029897
IQPlus, (21/1) - Kitacomm dan RAC akan menggelar Indonesia Investor Relations Forum (IRF) 2025 pada Selasa, 21 Januari 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Acara ini direncanakan akan dihadiri oleh 250 direktur dan eksekutif perusahaan tercatat terkemuka, Bersama narasumber ahli yang akan berbagi wawasan terkini tentang investor relations, tata kelola perusahaan (GCG), serta keberlanjutan lingkungan, sosial, serta tata kelola (ESG).
Era bisnis kini jauh lebih kompleks dan dinamis sehingga membuat peran Investor Relations (IR) semakin krusial sebagai jantung komunikasi antara perusahaan dan investor. Seorang IR memiliki potensi besar untuk menjadi representasi perusahaan dalam membentuk persepsi pasar sekaligus berperan sebagai key person dalam pengambilan keputusan strategis.
Namun, di Indonesia, beberapa praktisi IR menghadapi permasalahan terkait tumpang tindih peran dengan Corporate Secretary. Hal ini menjadi peluang besar untuk memperkuat fokus dan sinergi, sehingga IR dapat menjalankan tugasnya secara semakin optimal. Melalui IIRF 2025, kami berharap dapat mendorong pengembangan praktisi IR dan memberikan kontribusi signifikan bagi perusahaan di tengah dinamika dunia bisnis yang terus berkembang.
Tugas Penting Investor Relations di Perusahaan Tercatat
Sejalan dengan target BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat dan menambah investor baru, peran IR semakin penting dalam mendorong transparansi, tata kelola perusahaan, dan membangun kepercayaan pasar.
Melalui IIRF 2025, Kitacomm dan RAC, dengan dukungan penuh BEI, berkomitmen mendukung profesional IR dengan wawasan terbaru untuk menghadapi tantangan global sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan di Indonesia Acara ini akan menghadirkan tokoh penting dan pemimpin industri, eksekutif dari perusahaan tercatat, serta profesional finansial dari PT BRI Danareksa Sekuritas, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), hingga PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Mereka akan berbagi wawasan di sesi utama diskusi panel, mengeksplorasi inovasi terbaru untuk mendukung praktik terbaik dalam IR dan tata kelola perusahaan melalui sesi utama dan beberapa diskusi panel.
Selain itu, IIRF 2025 juga mendorong diskusi tentang tren pasar, memperkuat jejaring antar professional IR, serta memberdayakan praktisi relevan dengan alat dan wawasan strategis untuk menjadi lebih unggul di bidangnya.
Mengintegrasikan ESG untuk Meningkatkan Daya Saing Global
Lanskap bisnis global yang semakin kompleks, semakin penting untuk pemimpin perusahaan memahami Ekspektasi Investor di Sektor Utama Indonesia tantangan baru: Environmental, Social, and Governance (ESG). Konsep ESG telah menjadi fondasi baru bagi bisnis yang berkelanjutan. Prinsip-prinsip tata Kelola dan ESG ke dalam seluruh aspek operasional semakin menjadi sorotan untuk dapat memastikan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
Pada sesi ini, hadir para pemimpin dari PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan seorang praktisi ESG ternama, yang akan membahas bagaimana perusahaan terdepan di sektor kunci di Indonesia menetapkan standar dalam strategi perusahaan dan integrasi ESG. Sesi ini akan dipandu oleh Ibu Felia Salim, Climate Finance & Governance Expert, untuk mengungkap strategi keberhasilan para pemimpin dalam mengintegrasikan prinsip ESG guna menghadapi tantangan industri yang mengharuskan transparansi, keberlanjutan, serta inovasi yang dapat membangun kepercayaan pasar dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Peluang Networking
IIRF 2025 akan menjadi peluang emas bagi para peserta untuk memperluas jaringan profesional mereka. Melalui diskusi mendalam dengan para eksekutif dan praktisi berpengalaman, peserta dapat memperoleh wawasan baru serta peluang pengembangan karir lebih luas.
Henny Lestari, CEO dan Pendiri Kitacomm, menjelaskan pentingnya peran Investor Relations. "Dengan pengalaman 20 tahun Kitacomm di pasar modal, Investor Relations adalah aspek yang harus mendapat perhatian lebih. Kami berharap melalui acara ini, seluruh perusahaan tercatat dapat memiliki IR yang sesuai dengan harapan regulator. IIRF 2025 menjadi langkah awal dari rangkaian acara tahunan yang mendukung pengembangan profesi hubungan investor di Indonesia," ungkap Henny di Jakarta, Senin (20/01/2025).
Penyelenggaraan IIRF 2025 tidak terlepas dari kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, termasuk PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) / MR. D.I.Y. Indonesia, dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).
Dirancang sebagai agenda tahunan, IIRF 2025 akan terus adaptif terhadap dinamika pasar yang berkembang. Acara ini bertujuan memberikan para profesional IR pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi perubahan di lingkungan investasi. Selain itu, IIRF 2025 menjadi peluang bagi professional dan pemimpin perusahaan untuk berbagi keahlian, membangun koneksi strategis, serta menciptakan masa depan IR yang lebih baik di Indonesia. (end)