30232743
IQPlus, (29/10) - Kelompok bisnis dan bank komersial terkemuka Thailand mendesak Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra untuk meluncurkan langkah-langkah baru. Hal itu guna memacu belanja konsumen dan mengatasi salah satu tingkat utang rumah tangga tertinggi di Asia.
Mengutip The Business Times, Selasa, 29 Oktober 2024, pimpinan eksekutif Kamar Dagang Thailand, Federasi Industri Thailand, dan Asosiasi Bankir Thailand menyampaikan sejumlah saran kepada Paetongtarn dan menteri ekonomi utamanya untuk menyelesaikan masalah yang melanda ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara tersebut.
Sektor swasta ingin pemerintah memperkenalkan kembali langkah-langkah era pandemi seperti skema pembayaran bersama untuk barang-barang konsumen, dan insentif pajak untuk merangsang belanja pada awal tahun depan.
Inisiatif semacam itu dapat membantu mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi hingga 4-5 persen pada tahun 2025, kata kelompok tersebut dalam pernyataan bersama setelah pertemuan tersebut.
Perekonomian Thailand tertinggal dari laju ekspansi negara-negara tetangganya .tumbuh rata-rata kurang dari 2 persen dalam satu dekade terakhir. terhambat oleh lonjakan utang rumah tangga dan sektor manufaktur yang terdampak oleh impor murah dari Tiongkok.
Pemerintahan Paetongtarn telah mengeluarkan anggaran yang lebih besar dan memberikan sekitar US$4 miliar dalam bentuk tunai kepada kelompok yang disebut rentan untuk meringankan biaya hidup.
Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan waktu dan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan perekonomian. Ia memperkirakan pertumbuhan PDB tahun ini sebesar 2,7-2,8 persen. (end/ba)