03547466
IQPlus, (5/2) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat peran bandar udara sebagai pusat respon bencana untuk mempercepat mobilisasi, distribusi logistik, dan bantuan kemanusiaan guna mendukung penanganan darurat di berbagai wilayah terdampak.
"Transportasi udara menjadi tulang punggung dalam evakuasi korban, distribusi bantuan kemanusiaan, mobilisasi personel, serta percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana,"kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Achmad Setiyo Prabowo dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Dia menekankan hal itu dalam Rapat Koordinasi Wilayah Kerja (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU) Wilayah VI Padang Tahun 2026 yang digelar di Padang, Sumatera Barat.
"Kementerian Perhubungan berkomitmen dalam memperkuat kesiapan sistem transportasi udara di wilayah rawan bencana," ujarnya.
Menurut Setiyo Indonesia yang berada di kawasan ring of fire dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim sehingga transportasi udara memegang peran vital sebagai jalur kehidupan (lifeline) saat akses darat dan laut terganggu.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) bersama pengelola bandar udara terus memperkuat konsep resilient infrastructure, dengan menjadikan bandara tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga pusat respon bencana dan logistik kemanusiaan.
"Sejumlah bandara di wilayah Sumatera, telah disiapkan agar tetap mampu beroperasi dalam kondisi darurat," jelasnya.(end/ant)