MENDAG MINTA PRODUSEN PERBANYAK "SECOND BRAND" PENDAMPING MINYAKITA

  • Info Pasar & Berita
  • 05 Feb 2026

03546961

IQPlus, (5/2) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta produsen minyak goreng memperbanyak produksi second brand sebagai pendamping Minyakita untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Budi mengatakan, pemerintah ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada Minyakita karena produk tersebut merupakan instrumen intervensi pasar berbasis domestic market obligation (DMO) yang jumlahnya terbatas dan bergantung pada kinerja ekspor.

"Second brand ini pendamping Minyakita, harganya terjangkau seperti Minyakita, tetapi kualitasnya sama. Bahkan kalau bisa lebih bagus," kata Budi saat meninjau pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri (MONI) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis.

Second brand adalah sebutan merek alternatif minyak goreng yang diproduksi oleh pabrik yang sama atau grup usaha yang sama dengan merek utama (main brand), namun dijual dengan harga lebih terjangkau.

Ia menjelaskan, sebelum program Minyakita berjalan, terdapat puluhan merek minyak goreng second brand di pasar, namun jumlahnya kini berkurang sehingga konsumen cenderung terfokus pada Minyakita.

Menurut Mendag, Minyakita awalnya diterbitkan sebagai instrumen intervensi ketika harga ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) meningkat dan pasokan dalam negeri menurun, namun kini kerap dijadikan indikator utama ketersediaan minyak goreng.

"Padahal Minyakita itu jumlahnya terbatas. Kalau ekspor turun, otomatis Minyakita juga berkurang, sementara minyak goreng jenis lain sebenarnya berlimpah," ujar dia. (end/ant)

Kembali ke Blog