35552644
IQPlus, (22/12) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan momen syok akibat gejolak suku bunga telah terlewati, sehingga memberikan optimisme terhadap kinerja perekonomian pada 2024.
Pernyataan itu menyambung keputusan The Fed menahan suku bunga acuannya (FFR) di level 5,5 persen pada Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting, yang kemudian dilanjutkan dengan potensi pemotongan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) dalam tiga kali pertemuan pada tahun 2024 mendatang.
"Prediksi suku bunga tinggi itu sudah semakin pendek dan ada harapan penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun depan. Jadi, ini memberi harapan, paling tidak muncul optimisme, karena situasi buruk akibat syok kenaikan suku bunga sudah dilewati," ujar Sri Mulyani saat Seminar Nasional Perekonomian Outlook Indonesia, di Jakarta, Jumat.
Bendahara Negara itu menyinggung soal prediksi tahun 2023 yang sebelumnya diasumsikan bakal mengalami resesi akibat pengaruh melonjaknya suku bunga The Fed.
Namun ternyata, Amerika Serikat menunjukkan kinerja perekonomian yang lebih resilien pada tahun ini. .Ini muncul harapan, paling tidak perekonomian dunia terbesar bisa bertahan dengan kenaikan suku bunga yang luar biasa,. kata Menkeu.
Sri Mulyani tetap menyambut dengan optimistis perkembangan ekonomi pada tahun depan. Namun, Menkeu menggarisbawahi optimisme tersebut tetap diimbangi dengan sikap kewaspadaan. (end/ant)