MENKOMARVES TEMUI AIRASIA BAHAS ISU AVTUR MAHAL DI BIAS 2024

  • Info Pasar & Berita
  • 19 Sep 2024

26230135

IQPlus, (19/9) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan secara langsung bertemu dengan CEO Capital A Berhad (induk maskapai penerbangan AirAsia) Tony Fernandes di sela acara Bali International Airshow 2024.

Luhut di Kabupaten Badung, Bali, Rabu, mengatakan keduanya bertemu untuk membahas keterangan Tony soal bahan bakar pesawat atau avtur Indonesia yang termahal di Asia Tenggara.

"Tadi sudah kami bicarakan dengan AirAsia, saya bicara dengan Tony Fernandes, saya lihat struktur harga bahan bakarnya," kata Luhut.

Menkomarves mengambil positif dengan hendak mempelajari dan meniru negara tetangga, meski heran ia tegas mengutus deputinya untuk mempelajari.

"Singapura saja bisa lebih murah dari kita, pasti ada high cost tersembunyi yang harus kita selesaikan," ujarnya.

Selain itu, Menkomarves menyebut rute pesawat terbang Indonesia di bawah standar normal, sehingga ia mengutus Menteri Perhubungan menggunakan perangkat lunak milik Boeing untuk mencari tahu kelemahan Indonesia.

Diketahui pada Kamis (5/9) Tony Fernandes menyampaikan tarif bahan bakar pesawat di Indonesia 28 persen lebih tinggi di kawasan.

Kondisi ini berimbas pada biaya operasional maskapai yang berujung pada tingginya harga tiket pesawat penerbangan domestik di Indonesia.

Pada hari pertama Bali International Airshow akhirnya bos AirAsia ini bertemu dengan Menkomarves, namun secara umum kehadirannya di Pulau Dewata kali ini untuk memimpin penandatanganan kerja sama perusahaannya dengan Indonesia di sektor bengkel pesawat.

Anak perusahaan Capital A yang bergerak di Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Asia Digital Engineering (ADE) yang berdiri sejak 2020 itu, menjalin kerja sama dengan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF).

Keduanya berkolaborasi merevolusi layanan landing gear di seluruh wilayah, dengan menggabungkan keahlian dan sumber daya dari kedua belah pihak untuk menetapkan standar baru dalam industri. (end/ant)



Kembali ke Blog