06726428
IQPlus, (9/3) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan piutang pembiayaan syariah pada Januari 2026 tumbuh 10,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp31,05 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menuturkan kinerja positif intermediasi industri keuangan syariah tersebut salah satunya didukung oleh peningkatan pembiayaan syariah oleh multifinance.
"Pembiayaan syariah (oleh perusahaan) multifinance menunjukkan perkembangan yang positif. Pada Januari 2026, piutang pembiayaan syariah meningkat 10,59 persen yoy menjadi Rp30,87 triliun," kata Agusman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia menyatakan penyaluran terbesar berasal dari pembiayaan jual beli dengan akad murabahah, yakni senilai Rp19,29 triliun, atau 62,48 persen dari total pendanaan.
Ia menilai bahwa prospek pembiayaan berbasis syariah masih terbuka luas untuk terus bertumbuh, antara lain berkat dukungan kerangka regulasi yang memadai.
"(Kerangka regulasi tersebut) memungkinkan pengembangan produk melalui berbagai skema akad syariah," ujar Agusman.
Sedangkan di sektor pasar modal, Pjs. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan terjadi penurunan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebesar 5,09 persen dalam tahun kalender (year-to-date/ytd) pada Februari 2026 menjadi 292,88.
Ia menyampaikan kapitalisasi pasar saham (market cap) juga turun dari Rp8,55 kuadriliun pada Januari 2026 menjadi Rp8,34 kuadriliun pada Februari 2026.
Meskipun demikian, OJK mencatat penempatan dana investor di instrumen investasi lainnya masih menunjukkan kinerja yang positif.
Investasi pada sukuk negara meningkat dari Rp1,70 kuadriliun pada Desember 2025 menjadi Rp1,72 kuadriliun pada Januari 2026 dan angka tersebut tidak berubah pada Februari 2026.
Penempatan dana pada sukuk korporasi juga meningkat dari Rp88,92 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp90,57 triliun pada Februari 2026.
"Sementara AUM (asset under management) reksadana syariah tumbuh 12,69 persen year-to-date menjadi Rp94,03 triliun," ucap Friderica Widyasari Dewi. (end)