OJK UNGKAP PENYALURAN KREDIT BALI NUSRA MAYORITAS SEKTOR PRODUKTIF

  • Info Pasar & Berita
  • 11 Okt 2024

28448860

IQPlus, (11/10) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mengungkapkan penyaluran kredit di Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) pada Januari-Agustus 2024 mencapai Rp225,96 triliun dibandingkan periode sama 2023 mencapai Rp208,64 triliun yang mayoritas diserap untuk sektor produktif.

"Berdasarkan jenis penggunaannya, sebesar 57,85 persen adalah kredit produktif," kata Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu di Denpasar, Bali, Jumat.

Rinciannya, lanjut dia, penyaluran kredit untuk sektor produktif itu sebanyak 36,7 persen adalah kredit modal kerja dan 21,1 persen kredit investasi.

Regulator lembaga jasa keuangan itu juga mencatat sebesar 44 persen penyaluran kredit di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) Nusa Tenggara Timur (NTT) diserap pelaku UMKM.

Tingginya penyaluran kredit perbankan kepada UMKM, imbuh dia, menunjukkan perbankan mendukung UMKM menjalankan peran vitalnya dalam menciptakan lapangan kerja dan diharapkan menjaga daya beli masyarakat.

Dari sisi kualitas, ia menyebut kredit perbankan di Bali dan Nusa Tenggara tetap terjaga, meski ada kenaikan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) menjadi 2,95 persen, lebih tinggi dibandingkan posisi Agustus 2023 mencapai 2,50 persen.

Sementara itu, meski penyaluran kredit tumbuh 8,30 persen namun realisasi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) atau nasabah yang menyimpan uangnya di bank jauh lebih tinggi dengan persentase double digit. (end/ant)


Kembali ke Blog