OKI PULP & PAPER MILLS SIAP RILIS TIGA SURAT UTANG SEKALIGUS

  • Info Pasar & Berita
  • 25 Feb 2025

05541863

IQPlus, (25/2) - PT OKI Pulp & Paper Mills berencana merilis beberapa surat utang yakni Obligasi Berkelanjutan, Sukuk Mudharabah, dan Obliasi USD Berkelanjutan. Hal itu disampaikan oleh Direktur Perseroan, Arman Dwiartono dalam prospektus ringkasnya yang dikutip, Selasa (25/2).

Dalam prospektus ringkasnya disebutkan bahwa Perseroan akan emisi Oligasi Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap i Tahun 2025, senilai Rp2,5 triliun. Obligasi ini terdiri dari tiga seri (A, B, C)dengan jangka waktu di 370 hari hingga 5 tahun.

Kemudian Perseroan juga menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap I Tahun 2025, sebesar Rp1,5 triliun yang juga akan dirilis dalam tiga seri. Selanjutnya ada Obligasi USD yaitu senilai USD20 juta yang juga diterbitkan dalam tiga seri.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan Perseroan yakni sekitar 60% untuk pembayaran utang Perseroan berupa pembayaran pokok pinjaman, angsuran pokok pinjaman dan/atau bunga; dan Sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan yang terdiri antara lain adalah pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead.

Sedangkan seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Sukuk Mudharabah, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi terkait, sekitar 40% untuk kegiatan usaha Perseroan, yaitu untuk melunasi kewajiban Perseroan dalam rangka pembiayaan kredit investasi dan pembiayaan kredit modal kerja yang digunakan untuk kegiatan produksi bubur kertas yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; dan sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan yang terdiri antara lain adalah pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead.

Kemudian, seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi USD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi terkait, akan digunakan Perseroan untuk yakni sekitar 60% untuk pembayaran utang Perseroan berupa pembayaran angsuran pokok pinjaman dan/atau bunga; dan sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan yang terdiri antara lain adalah pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead.

Sebagai informasi, Masa Penawaran Awal pada 25 Februari - 10 Maret 2025, Perkiraan Tanggal Efektif pada 17 Maret 2025. Sehingga, Perkiraan Masa Penawaran Umum pada 19 - 20 Maret 2025, Perkiraan Tanggal Penjatahan pada 21 Maret 2025, Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan pada 25 Maret 2025. Kemudian, Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi, Sukuk Mudharabah, dan Obligasi USD Secara Elektronik pada 25 Maret 2025, sehingga Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 26 Maret 2025. (end)




Kembali ke Blog