07428793
IQPlus, (16/3) - PT Panca Mitra Multiperdana Tbk.(PMMP) menyampaikan adanya penjualan asset anak Perusahaan kepada pembeli lain yang tidak terafiliasi pada tanggal 13 Maret 2026.
Hirawan Tedjokoesoemo Corporate Secretary PMMP dalam keterangan tertulisnya Jumat (13/3) menuturkan bahwa PMMP melakukan penjualan berupa tanah milik anak usahanya yaitu PT Tri Mitra Makmur (TMM ) sebagai penjual kepada PT Nusantara Seafood Adhikarya (Nusea) seluas 66.835 meter2 termasuk bangunan, mesin dan sarana produksi yang terletak di Jalan Wonokoyo RT 002 RW 003 Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur senilai Rp135 miliar dan dana yang diterima digunakan seluruhnya untuk pelunasan sebagian pokok pinjaman di Bank BCA.
Latar belakang dilakukannya penjualan aset ini adalah strategi Perseroan saat ini untuk menjalankan operasional dengan cara yang paling efisien. Ada beberapa langkah yang telah diambil Perseroan seperti rasionalisasi karyawan, penon-aktifan beberapa Plant (fasilitas pabrik untuk produksi) yang tidak terpakai, fokus produksi pada plant yang memiliki kapasitas paling besar dan bisa memproduksi semua item produk serta restrukturisasi hutang untuk menurunkan biaya bunga serta kelonggaran waktu pembayaran.
Selain itu turunnya permintaan dari pasar AS pada sejak awal 2024, membuat Perseroan harus menyesuaikan kapasitas produksi dengan melakukan efisiensi. PMMP memiliki fasilitas produksi (plant) total sebanyak 2 lokasi di Tarakan, Kalimantan Utara dan 7 plant di Situbondo, Jawa Timur. Dari 7 plant Perseroan yang terletak di Situbondo, 4 plant dimiliki oleh Perusahaan anak. Pada awal tahun 2025 Perseroan mulai menon aktifkan beberapa plant yang tidak terpakai. Plant yang tidak terpakai hal ini dikarenakan produksi Perseroan dipusatkan pada Plant yang kapasitasnya paling besar dan bisa memproduksi semua item produk. Penon-aktifan ini bertujuan untuk mengurangi biaya operasional seperti listrik, pemeliharaan dan lain sebagainya
Dalam proses pengajuan restrukturisasi, salah satu debitur bank dari Perusahaan anak meminta untuk penjualan sebagian asset yang menjadi jaminan. Setelah beberapa kali diskusi dengan pihak perbankan dan akhirnya dengan pertimbangan untuk menurunkan biaya bunga dan pelunasan sebagian pokok, maka Perseroan memutuskan untuk melakukan penjualan asset tanah, bangunan, mesin dan sarana produksi yang ada di TMM 1, TMM 2, dan TMM 4.
Hirawan menambahkan transaksi ini akan berdampak pada penurunan biaya bunga serta biaya operasional yang lebih efisien. Manajemen berpendapat bahwa transaksi ini tidak akan mempengaruhi pendapatan Perseroan karena untuk memenuhi pesanan pembelian dari pelanggaan saat ini, barang produksi bisa dikerjakan dari plant lain yang masih aktif. (end