01227139
IQPlus, (13/1) - Pasar Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada hari Selasa karena para pedagang mengabaikan titik-titik panas geopolitik di Iran dan Venezuela, serta penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell.
Indeks acuan Nikkei 225 Jepang melonjak 3,4% untuk memimpin kenaikan di kawasan tersebut setelah melanjutkan perdagangan setelah libur, sementara Topix naik 2,13%. Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang diperkirakan akan membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat negara itu akhir bulan ini dan memilih pemilihan umum sela yang kemungkinan akan diadakan pada bulan Februari, menurut penyiar publik NHK.
Kospi Korea Selatan naik 0,62%, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil turun 0,30%.
Para pedagang juga akan mengawasi harga minyak dengan cermat di tengah protes yang sedang berlangsung di Iran. Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi intervensi di Iran, menurut beberapa laporan pada hari Minggu.
Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Senin mengatakan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan menghadapi tarif 25% "untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat." Tarif baru untuk impor dari mitra dagang Iran tersebut "berlaku segera."
Harga minyak mentah Brent berjangkanaik 1,52% menjadi $64,3 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate ASnaik 0,44% menjadi $59,76 pada pukul 7:34 pagi waktu Singapura (6:34 sore EST Minggu).
Indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,68%.
Indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan akan dibuka lebih tinggi, dengan kontrak berjangka diperdagangkan pada 26.994, dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.608,48. (end/CNBC)