30450376
IQPlus, (31/10) - Bursa saham Eropa diperkirakan dibuka melemah pada hari Kamis karena investor menantikan data inflasi zona euro terbaru.
Laporan Pembacaan awal untuk bulan Oktober akan diawasi dengan ketat karena akan memberi informasi kepada Bank Sentral Eropa mengenai perkiraan penurunan suku bunga.
Data ekonomi awal yang diterbitkan pada hari Rabu menunjukkan bahwa ekonomi zona euro tumbuh 0,4% pada kuartal ketiga tahun 2024, di atas kenaikan 0,2% yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Ada lebih banyak pendapatan pada hari Kamis dengan Shell, Stellantis, Maersk, AB Inbev, dan Carlsberg.
Saham bank-bank Inggris naik pada Rabu sore setelah tampaknya anggaran pertama pemerintahan Partai Buruh dalam hampir 15 tahun tidak akan mengenakan pungutan atas keuntungan sektor tersebut. Di antara serangkaian kenaikan pajak yang diumumkan untuk memungkinkan lebih banyak pinjaman guna meningkatkan investasi, Rachel Reeves dari Inggris tidak menyebutkan apakah pemerintah mempunyai rencana untuk menaikkan pajak pada bank negara tersebut.
Saham-saham AS melemah pada hari Rabu karena para pedagang mencerna banyaknya hasil pendapatan dan data yang menunjukkan perekonomian tumbuh pada tingkat yang lebih lambat dari perkiraan pada kuartal ketiga. PDB naik pada tingkat tahunan sebesar 2,8%, sementara ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan sebesar 3,1%.
Semalam, bursa berjangka AS melemah sementara pasar Asia-Pasifik melemah karena reaksi investor terhadap penetapan suku bunga Bank of Japan, serta angka aktivitas bisnis utama dari Tiongkok.
FTSE 100 Inggris Indeks diperkirakan dibuka 14 poin lebih rendah pada 8.145, DAX Jerman turun 78 poin pada 19.184, CAC Prancis turun 12 poin pada 7,412 dan FTSE MIB Italia turun 193 poin menjadi 34.110 menurut data IG.
Para Investor akan mengawasi data awal inflasi zona euro pada hari Kamis, sementara pendapatan datang dari Shell , Stellantis, Maersk, AB Inbev dan Carlsberg. (end/cnbc)