PEJABAT THAILAND TEKAN BOT UNTUK TURUNKAN SUKU BUNGA LEBIH AWAL

  • Info Pasar & Berita
  • 30 Jan 2024

02932861

IQPlus, (30/1) - Para pembantu utama Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin kembali menyerukan penurunan suku bunga lebih awal untuk mengekang bank-bank komersial agar tidak menghasilkan keuntungan berlebihan. Hal itu dengan alasan biaya pinjaman tertinggi dalam satu dekade akan semakin memperburuk krisis ekonomi.

"Bank of Thailand (BOT) harus menetapkan aturan untuk menurunkan margin bunga bersih yang diperoleh bank komersial karena tidak bermoral bagi pemberi pinjaman untuk menghasilkan rekor keuntungan di tengah perlambatan ekonomi,. kata Penasihat Srettha Pichai Naripthaphan, dikutip dari The Business Times, Selasa, 30 Januari 2024.

"Bank sentral harus mengakui bahwa perekonomian dalam kondisi buruk dan mengubah kebijakan moneter dan valuta asing agar selaras dengan upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali pertumbuhan," tambahnya.

Wakil Menteri Keuangan Thailand Julapun Amornvivat mengecam bank sentral karena membiarkan pemberi pinjaman swasta mengambil keuntungan dengan mengorbankan orang-orang yang menanggung biaya pinjaman yang tinggi.

Ia mendesak BOT untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pada 7 Februari. Julapun juga menyebutkan inflasi negatif sebagai faktor yang mendukung pelonggaran tersebut.

Pemerintahan Srettha, yang mengambil alih kekuasaan sekitar lima bulan lalu, berselisih dengan bank sentral mengenai pendekatan untuk menghidupkan kembali perekonomian terbesar kedua di Asia Tenggara yang tingkat pertumbuhannya tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam satu dekade terakhir.

Meskipun perdana menteri telah mengumumkan sejumlah langkah stimulus dan keringanan utang untuk mendorong perekonomian, namun bank sentral telah mengisyaratkan pihaknya tidak terburu-buru untuk melepas siklus pengetatan yang menyebabkan kenaikan suku bunga ke level tertinggi sejak 2013.

"Bank sentral harus berpikiran terbuka dan menerima kenyataan bahwa perekonomian berada dalam kondisi yang sangat buruk. Perekonomian Thailand mencatat tingkat pertumbuhan yang sangat lambat selama dekade terakhir. Apakah ini bukan krisis?" pungkas Pichai. (end/ba)


Kembali ke Blog