06933471
IQPlus, (10/3) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi untuk menyongsong swasembada energi pemerintah.
Infrastruktur gas bumi yang dikerjakan PGN menggunakan prinsip integrasi secara menyeluruh, agar pemerataan infrastruktur senantiasa terjaga dan gas bumi dapat semakin efisien bagi pengguna.
"Dengan integrasi infrastruktur pipa dan nonpipa, PGN akan lebih fleksibel dalam memenuhi demand maupun memperluas market di Indonesia," jelas Direktur Utama PGN Arief S. Handoko di Jakarta, Selasa.
Arief menerangkan, PGN tetap melanjutkan konektivitas melalui jaringan pipa distribusi di Indonesia bagian barat untuk keandalan dan akses ke pelanggan baru.
Pertama adalah Pipa Dumai . Sei Mangke untuk mengalirkan gas bumi dari Sumatera Utara dan Aceh ke Sumatera bagian tengah dan selatan. Kemudian pemanfaatan Pipa Transmisi Cirebon . Semarang (Cisem), untuk mengalirkan surplus gas dari wilayah Jawa Timur ke Jawa bagian barat.
Selain itu, terdapat proyek untuk konversi BBM ke gas pada Kilang Cilacap dan perluasan akses gas bumi di Pulau Jawa sisi selatan, melalui Proyek Pipa Tegal . Cilacap. Tahun 2025 ini, jargas (jaringan gas) menjadi prioritas dengan target penambahan sebanyak 200.000 sambungan rumah (SR).
Pipanisasi juga akan dikembangkan untuk mendukung hilirisasi yaitu proyek Pipa Bintuni . Fakfak, karena potensial untuk menyuplai gas ke pabrik petrokimia. Selanjutnya, ada peluang menyalurkan gas ke kawasan industri diantaranya Kawasan Industri Makassar, Parimo, Morowali, dan Teluk Bintuni. (end/ant)