PLN AJAK MAHASISWA SIAP HADAPI TRANSISI ENERGI

  • Info Pasar & Berita
  • 15 Des 2023

34844866

IQPlus, (15/12) - PT PLN (Persero) melalui gugus tugas Srikandi yang berisi seluruh karyawati PLN mengajak mahasiswa sejumlah kampus di tanah air bersiap menghadapi transisi energi.

15 kampus atau perguruan tinggi yang dikunjungi Srikandi PLN adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Cendrawasih, Universitas Airlangga.

Universitas Nusa Cendana, Universitas Syiah Kuala, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi PLN, Universitas Pattimura.

Serta, Universitas Mataram, Universitas Negeri Manado, Universitas Lampung, Universitas Andalas, dan Universitas Riau.

Bertajuk "Srikandi PLN Goes to Campus," PLN berupaya menjalankan misi sosial melalui pendidikan untuk bersama-sama menempuh jalan mencapai Net Zero Emissions (NZE) di 2060 kepada generasi muda.

Direktur Keuangan PLN selaku Ketua Umum Srikandi PLN Sinthya Roesly mengatakan, Srikandi PLN mengambil peran dalam mendorong persamaan hak perempuan dalam karir, keluarga dan masyarakat.

Kegiatan Srikandi PLN Goes to Campus menjadi salah satu komitmen PLN yang diwakili perempuan di PLN mengajak para mahasiswa mengambil peran menyukseskan transisi energi.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa memahami implementasi pemberdayaan perempuan dalam dunia kerja.

PLN terus mendorong lingkungan kerja yang dinamis melalui pendekatan keanekaragaman, kesetaraan, dan inklusi atau Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) untuk menyongsong transisi energi di Indonesia.

Sinthya menuturkan, "Penguatan peran perempuan dan penerapan pengarusutamaan gender membuat PLN mendapatkan ESG risk rating urutan ke-93 dari 273 perusahaan listrik dunia..

Di satu sisi, kontribusi Srikandi PLN merupakan wujud nyata dalam komitmen Environmental, Social and Governance (ESG).

Salah satu bentuknya, melalui kegiatan seminar, capacity building, dan diskusi menyoal peran penting PLN sebagai jantung Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan transisi energi, termasuk dengan mahasiswa.

Sinthya mengungkapkan, peran Srikandi PLN telah mematahkan stereotipe bahwa sektor energi adalah pekerjaan laki-laki yang membuat perempuan dipandang sebelah mata ketika bekerja di sektor energi.

Padahal, potensi perempuan dalam mewujudkan energi terbarukan sangat besar, kontribusi perempuan akan terus ditingkatkan dalam kemajuan transisi energi menyusul kebijakan pemerintah memberikan perhatian pada dimensi gender.

"Pentingnya pemberdayaan perempuan juga turut serta membangun wajah sektor energi dan sumber daya mineral lebih inklusif ke depan," ujarnya. (end)


Kembali ke Blog