04337764
IQPlus, (13/2) - Sampai dengan tahun 2025, tercatat sebanyak 390.034 pelanggan dari sektor pertanian dan kelautan telah memanfaatkan Program Electrifying Agriculture (EA) dan Electrifying Marine (EM) yang diinisiasi PLN.
Angka ini tumbuh sekitar 30% secara year on year (YoY) dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 300.535 pelanggan.
Program tersebut dihadirkan untuk menyediakan suplai listrik yang andal dan efisien guna meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional pelaku usaha di sektor industri primer.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa implementasi EA dan EM merupakan bagian dari langkah strategis perseroan dalam mempercepat transisi energi berkelanjutan, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, serta mendukung agenda pemerintah menuju swasembada pangan.
"PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong produktivitas ekonomi rakyat melalui berbagai program berkelanjutan. Dengan pemanfaatan listrik yang efisien dan ramah lingkungan, kami mendorong pelaku usaha untuk mengadopsi teknologi modern berbasis listrik yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil produksi," ujar Darmawan.
Pemanfaatan listrik melalui kedua program tersebut diaplikasikan pada beragam kegiatan produktif.
Di antaranya penggunaan pompa listrik untuk irigasi sawah, mesin penggilingan padi, kincir air listrik di tambak, lampu ultraviolet untuk budidaya tanaman, mesin penghangat di peternakan unggas, hingga penyediaan daya listrik untuk kapal sandar dan aktivitas galangan kapal.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengungkapkan bahwa hingga 2025 total kapasitas daya terpasang melalui program EA dan EM mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA). Capaian ini meningkat sekitar 25% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4.203 MVA.
Kenaikan tersebut turut diikuti pertumbuhan konsumsi listrik yang pada 2025 mencapai 7,1 terawatt hour (TWh), atau naik sekitar 16% dari tahun 2024 yang berada di angka 6,1 TWh. Hal ini menunjukkan tingginya pemanfaatan energi listrik dalam mendukung aktivitas sektor industri primer.
"Program ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan dukungan listrik yang memadai, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kemandirian, sehingga ekosistem pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor kelautan dapat tumbuh secara berkelanjutan," jelas Adi. (end)