35053169
IQPlus, (17/12) - PT Golden Flower Tbk (IDX: POLU) menegaskan fokus penguatan bisnis inti garmen di tengah ketidakpastian global, khususnya terkait arah kebijakan tarif dagang Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan manajemen dalam Public Expose Perseroan, yang sekaligus memaparkan strategi investasi, arah ekspansi pasar, serta kebijakan permodalan ke depan.
Direktur Utama PT Golden Flower Tbk, Harry A. Sutopo, mengungkapkan bahwa perseroan telah mengalokasikan investasi sebesar Rp5 miliar untuk modernisasi mesin-mesin garmen. Sementara itu, biaya pemeliharaan mesin dan gedung dijaga di level sekitar 5% dari total pendapatan. Menurut manajemen, langkah tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk memperkuat daya saing bisnis utama, meski memiliki aset non-inti di sektor kesehatan dan properti.
Terkait potensi dampak kebijakan tarif dagang AS, manajemen menilai margin laba perseroan relatif aman. Indonesia dinilai masih kompetitif dengan tarif sekitar 19%, lebih rendah dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam. Selain itu, POLU memilih fokus pada pesanan brand desainer global dengan volume kecil namun bernilai tinggi, seperti Rag & Bone dan Donna Karan, sebagai strategi menjaga kualitas margin.
Di sisi struktur kepemilikan, POLU mengakui porsi kepemilikan publik yang masih terbatas, yakni sekitar 11,46%, berpotensi memengaruhi likuiditas saham. Namun demikian, manajemen menyatakan hingga saat ini belum memiliki rencana aksi korporasi seperti stock split, rights issue, maupun pembagian dividen tunai. Laba yang dibukukan perseroan sebesar Rp10,2 miliar akan difokuskan untuk memperkuat permodalan dan menjaga fleksibilitas menghadapi dinamika ekonomi global.
Sementara itu, ekspansi ke pasar domestik juga menjadi salah satu strategi diversifikasi POLU. Perseroan menilai pengerjaan pesanan brand lokal, seperti Benang Jarum, tidak hanya berfungsi sebagai pengisi kapasitas produksi, tetapi juga menawarkan prospek profitabilitas jangka panjang yang menarik. Manajemen menilai kenaikan tarif impor justru membuka peluang bagi produk dalam negeri untuk semakin kompetitif di pasar domestik.
Dengan kombinasi penguatan mesin produksi, diversifikasi pasar, serta disiplin permodalan, POLU optimistis dapat menjaga kinerja berkelanjutan di tengah tantangan global. (end)