00141041
IQPlus, (2/1) - PTPN IV Regional III, entitas di bawah naungan Sub Holding PTPN IV PalmCo yang beroperasi di Provinsi Riau, menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja operasional yang solid dan impresif.
Sepanjang tahun tersebut, entitas yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN V ini berhasil membukukan capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, baik dari sisi produksi tandan buah segar (TBS), produktivitas kebun, maupun produksi crude palm oil (CPO).
Dari sisi on-farm, kebun inti PTPN IV Regional III mencatat produksi TBS sebesar 1,6 juta ton, tumbuh 5,4 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 1,54 juta ton.
Tak hanya meningkat dari sisi volume, produktivitas TBS juga menorehkan rekor baru dengan capaian 24,07 ton per hektare, melonjak signifikan dibandingkan produktivitas tahun 2024 yang berada di angka 21,73 ton per hektare.
Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi, kedisiplinan operasional, serta kerja keras seluruh insan Regional III dalam menjalankan strategi perusahaan.
"Alhamdulillah, berkat arahan dan masukan dari Direktur Utama PalmCo Bapak Jatmiko Santosa, pertumbuhan kinerja operasional tahun ini dapat kita capai secara signifikan," kata Ahmad Gusmar Harahap di sela pengawalan produksi akhir tahun 2025.
Kinerja positif tidak hanya tercermin di sektor kebun, tetapi juga pada sisi off-farm.
Sepanjang 2025, sebanyak 12 pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN IV Regional III mengolah total 2,62 juta ton TBS.
Dari jumlah tersebut, 1,62 juta ton berasal dari kebun inti, sementara sekitar 1 juta ton diserap dari petani plasma dan mitra.
SEVP Operation PTPN IV Regional III, Sori Ritonga, menambahkan bahwa sejak awal PKS PTPN IV Regional III dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal perusahaan, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekosistem sawit rakyat dengan menampung dan mengolah buah sawit petani di Bumi Lancang Kuning.
Dari total TBS yang diolah tersebut, PTPN IV Regional III berhasil memproduksi sekitar 575 ribu ton CPO, meningkat tajam dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 530 ribu ton. (end)