PURADELTA LESTARI CATAT PENDAPATAN USAHA Rp984 MILIAR HINGGA SEPTEMBER 2023

  • Info Pasar & Berita
  • 27 Okt 2023

29931267

IQPlus, (27/10) - PT Puradelta Lestari Tbk dan anak Perusahaan (DMAS), pengembang kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas, mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp984 miliar dan laba bersih sebesar Rp607 miliar di periode sembilan bulan pertama tahun 2023. Pada sembilan bulan pertama tahun 2023, segmen industri menyumbang kontribusi terbesar terhadap pendapatan usaha Perseroan.

"Segmen industri berkontribusi sebesar Rp736 miliar atau sekitar 74,84% dari pendapatan usaha di periode sembilan bulan pertama tahun 2023,. ujar Tondy Suwanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Perseroan.

"Segmen hunian menyumbang sebesar Rp182 miliar atau 18,49% dari pendapatan usaha, dan segmen komersial sebesar Rp5 miliar atau 4,58% dari pendapatan usaha,. tambahnya.

Adapun segmen rental, dan hotel masing-masing berkontribusi sebesar 1,06%, dan 1,02% terhadap pendapatan usaha secara keseluruhan. Segmen industri sendiri masih menjadi tulang punggung usaha Perseroan, dimana pendapatan usaha segmen industri diperoleh dari penjualan lahan industri di kawasan industri GIIC (Greenland International Industrial Center) di Kota Deltamas, yang telah memiliki fasilitas dan infrastruktur yang lengkap dan komprehensif, sehingga menjadi daya tarik investasi bagi pelanggan-pelanggan industri berskala internasional.

Capaian pendapatan usaha dan laba bersih tahun ini lebih rendah dibandingkan pendapatan usaha dan laba bersih pada periode sembilan bulan pertama di tahun sebelumnya yaitu masing-masing sebesar Rp1,26 triliun dan Rp768 miliar. Penurunan pencatatan pendapatan di periode sembilan bulan pertama tahun 2023 disebabkan karena masih adanya backlog penjualan yang belum dicatatkan sebagai pendapatan.

Pada periode sembilan bulan pertama tahun 2023, Perseroan telah meraih marketing sales sebesar Rp1,37 triliun dimana sebagian besar dari marketing sales tersebut belum dibukukan pada pendapatan usaha di periode sembilan bulan pertama tahun 2023 dan menjadi backlog penjualan.

Backlog penjualan tersebut akan diakui sebagai pendapatan usaha setelah Perseroan melakukan serah-terima lahan dengan pelanggan, dan sebagian besar backlog penjualan tersebut direncanakan untuk diserahterimakan pada kuartal terakhir di tahun ini. .Pada sisa kuartal empat sendiri masih terdapat sejumlah backlog penjualan yang cukup besar yang diharapkan akan dapat dibukukan sebagai pendapatan usaha pada tahun ini,. Tondy Suwanto menjelaskan.

Perseroan membukukan laba kotor dan laba bersih masing-masing sebesar Rp677 miliar dan Rp608 miliar, lebih rendah dibandingkan laba kotor dan laba bersih pada periode sembilan bulan pertama tahun sebelumnya sebesar Rp882 miliar dan Rp768 miliar seiring dengan lebih rendahnya pendapatan usaha dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dari sisi fundamental, jumlah aset Perseroan per 30 September 2023 tercatat Rp6,76 triliun, lebih tinggi 2,13% dibandingkan dengan aset Perseroan per 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp6,62 triliun. Perseroan pada saat ini tidak memiliki utang. Dengan posisi kas bersih yang sehat, Perseroan terus melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern yang terdepan di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, hunian, dan komersial. (end)


Kembali ke Blog