SAH MENYANDANG STATUS PERSERO, BSI BIDIK EKSPANSI EKOSISTEM HALAL GLOBAL

  • Info Pasar & Berita
  • 03 Feb 2026

03351577

IQPlus, (03/2) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara resmi bertransformasi menjadi perusahaan Persero terhitung sejak 23 Januari 2026. Perubahan status administratif menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk ini merupakan tindak lanjut dari keputusan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Desember 2025 lalu.

Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Hukum pada 23 Januari 2026 dan telah dilaporkan melalui Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (IDX).

Milestone Baru dan Strategi 'Bank Emas' Menandai babak baru ini, BSI menggelar Tasyakuran Milad ke-5 di BSI Tower, Jakarta, pada 2 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, emiten bersandi saham BRIS ini meluncurkan kampanye "Langkah Emas Generasi Emas". Inisiatif ini mempertegas posisi BSI sebagai satu-satunya bank di Indonesia yang memiliki izin layanan bank bulion (bank emas).

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa status Persero ini akan meningkatkan kapabilitas bank dalam mendukung kebijakan strategis nasional, termasuk penguatan ekosistem ekonomi syariah dan integrasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

"Amanah sebagai Persero akan memperkuat kapasitas BSI untuk bergerak lebih lincah dan solid. Kami optimistis langkah ini mendukung penguatan ekosistem Danantara dan selaras dengan peran BPI Danantara sebagai pengelola aset investasi BUMN," ujar Anggoro.

Kinerja Keuangan dan Operasional Hingga tutup buku tahun 2025, BSI menunjukkan performa yang tangguh dengan fokus pada fungsi intermediasi. Tercatat, 90 persen penyaluran pembiayaan BSI didominasi oleh segmen Ritel, Konsumer, UMKM, dan Komersial skala kecil yang mencakup ekosistem pendidikan serta kesehatan.

Layanan bank bulion juga menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perseroan. Sejak diluncurkan hingga Desember 2025, total pembelian emas melalui aplikasi digital 'BYOND' telah menembus angka 2,1 ton. Layanan ini sukses memperluas basis nasabah BSI menjadi lebih inklusif dengan total lebih dari 23 juta nasabah.

"Kami menghadirkan demokratisasi investasi emas melalui BYOND, di mana masyarakat bisa mulai berinvestasi hanya dengan Rp50.000 secara aksesibel 24 jam," tambah Anggoro.

Komitmen Sosial dan Keberlanjutan Selain mengejar pertumbuhan bisnis, BSI tetap aktif menjalankan mandat pemerintah melalui program rumah bersubsidi FLPP, pembiayaan mikro KUR, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi tanggung jawab sosial (CSR), BSI menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan lebih dari 210 ton untuk pemulihan bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera, khususnya Aceh.

Dengan status baru sebagai Persero dan posisi yang kini mapan di jajaran Top 10 Bank di Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur IT dan kualitas SDM guna melayani masyarakat sekaligus menjadi motor penggerak industri halal nasional. (end)



Kembali ke Blog