08535876
IQPlus, (27/3) - Emiten industri penggilingan baja, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), mengumumkan rencana aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau right issue.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 27 Maret 2026, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.000.000.000 (satu miliar) saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Langkah strategis ini utamanya ditujukan untuk menyelesaikan kewajiban utang Perseroan kepada pihak terafiliasi, PT Sarana Steel (SS).
Berdasarkan Perjanjian Penyelesaian Utang tertanggal 19 Februari 2026, total utang yang akan diselesaikan mencapai Rp445.337.828.479, yang terdiri dari utang pokok sebesar Rp317,56 miliar dan bunga sebesar Rp127,76 miliar. Dana hasil right issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk melunasi utang tersebut serta sebagai tambahan modal kerja Perseroan.
Dalam aksi ini, PT Sarana Steel dan Ibnu Susanto akan bertindak sebagai pembeli siaga. SS akan mengambil bagian maksimal 70% dari jumlah saham baru yang ditawarkan melalui mekanisme kompensasi piutang atau konversi utang menjadi saham. Sementara itu, Ibnu Susanto selaku pemegang saham pengendali akan mengambil bagian maksimal 30% yang akan disetorkan secara tunai.
Terkait teknis pelaksanaan, manajemen menyepakati penggunaan nilai tukar kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2023, yakni sebesar Rp15.416 per Dollar AS. Penggunaan kurs periode ini dinilai lebih konservatif karena menghasilkan jumlah saham konversi yang relatif lebih kecil, sehingga potensi dilusi bagi pemegang saham publik dapat diminimalisir hingga maksimal 33,33%.
Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham pada 31 Maret 2026. Jika berjalan sesuai rencana, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 7 Agustus 2026. (end)