34350378
IQPlus, (7/11) - PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. (SAMF) akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) rasio 1:2.
Manajemen SAMF dalam keterangan tertulisnya Senin (9/12) menuturkan bahwa Perseroan akan melakukan Stock Split dengan rasio 1:2 dimana nilai nominal saham Perseroan akan berubah dari sebesar Rp100 per saham menjadi Rp50 per saham, sementara itu maka jumlah saham akan berubah dari 5.125.000.000 saham menjadi 10.250.000.000 saham.
Lebih lanjut Manajemen SAMF memaparkan Alasan dan tujuan dilaksanakannya pemecahan saham adalah untuk meningkatkan Aksesibilitas dan Investor: Dengan harga saham yang lebih rendah setelah stock split, saham tersebut menjadi lebih mudah diakses oleh investor ritel yang mungkin sebelumnya belum mampu membeli saham dengan harga tinggi. Hal ini bisa memperluas basis investor.
Selain itu Potensi Peningkatan Likuiditas, Dengan bertambahnya jumlah saham yang beredar dan harga yang lebih terjangkau, volume perdagangan saham diharapkan cenderung meningkat. Likuiditas yang lebih tinggi dapat mempermudah investor dalam membeli dan menjual saham, serta membantu menjaga stabilitas harga.
Kemudian memperkuat Persepsi Pasar, Perusahaan yang melakukan stock split sering kali dipersepsikan memiliki kinerja yang baik karena harga sahamnya telah mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan periode-periode sebelumnya. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan di masa depan.
SAMF telah menyampaikan rencana pelaksanaan Stock Split dan telah menerima persetujuan prinsip dari PT Bursa Efek Indonesia berdasarkan surat No.: S-12314/BEI.PP2/11-2024 tanggal 21 November 2024.
Adapun prakiraan pelaksanaan stock split untuk akhir perdagangan dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan nego pada 5 Februari 2025 dan Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi 6 Februari 2025 sementara itu Periode Peniadaan Perdagangan di Pasar Tunai selama 2 Hari Bursa yaitu pada 6 Februari dan 7 Februari 2025.
Sementara itu Tanggal terakhir penyelesaian transaksi saham dengan nilai nominal lama di pasar regular dan negosiasi; tanggal penentuan Daftar Pemegang Rekening sebagai dasar pelaksaan Stock Split (RD) pada 7 Februari 2025 dan Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai; tanggal dimulainya penyelesaian transaksi saham dengan nilai nominal baru di pasar regular dan negosiasi pada 10 Februari 2025.
Untuk melancarkan aksi korporasi ini maka PTRO akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang akan digelar pada tanggal 16 Januari 2025. (end)