08335429
IQPlus, (25/3) - PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau SPINDO secara resmi menyatakan kesiapannya untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap III 2025 Seri A dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2025. Total dana yang disiapkan mencapai Rp148,15 miliar, yang dijadwalkan jatuh tempo pada 30 April 2026.
Dalam surat resminya, Sekretaris Perusahaan SPINDO, Johanes W Edward, mengungkapkan bahwa sumber dana untuk pembayaran seluruh kewajiban tersebut berasal dari kas internal perseroan. Rincian pembayaran terdiri dari pokok obligasi senilai Rp71,46 miliar dan sukuk sebesar Rp76,68 miliar.
Kesiapan dana pelunasan ini didukung oleh performa finansial perseroan yang kuat sepanjang tahun fiskal 2025. SPINDO berhasil mencatatkan laba bersih tertinggi dalam sejarah perusahaan sebesar Rp534,2 miliar, tumbuh 0,78% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY).Pencapaian ini tergolong signifikan mengingat kondisi pasar baja global yang penuh tantangan.
Meskipun pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp5,9 triliun atau turun sekitar 3% YoY akibat melemahnya harga acuan Hot Rolled Coil (HRC) dunia sebesar 13%, SPINDO tetap mampu meningkatkan efisiensi. Terbukti, margin laba bersih meningkat menjadi 9,0% dari sebelumnya.
Hingga akhir tahun 2025, perseroan menjaga struktur keuangan yang sehat dengan posisi kas akhir tahun mencapai Rp956 miliar. Rasio likuiditas tercatat berada di level 309% dengan Debt-to-Equity Ratio sebesar 0,55x."Perseroan mempertahankan struktur keuangan yang sehat melalui strategi pengalihan liabilitas jangka pendek ke jangka panjang yang memperkuat stabilitas keuangan," tulis manajemen dalam laporannya.
Selain penguatan finansial, SPINDO terus memacu ekspansi operasional melalui Gudang Plant 7 di Gresik yang kini berfungsi sebagai North Distribution Centre. Perseroan juga mulai mengadopsi prinsip keberlanjutan (ESG) dengan pemasangan panel surya di lima lokasi pabriknya. (end)