02035892
IQPlus, (21/1) - PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) emiten Biro Perjalanan Wisata menjelaskan surat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor No. S-0605/BEI.PP2/01-2025 tanggal 17 Januari 2025 mengenai Permintaan penjelasan terkait dengan fluktuasi harga dan aktivitas perdagangan efek yang terjadi pada tanggal 8 Januari hingga 16 Januari 2025.
Harga saham SONA ditutup turun secara kumulatif sebesar Rp-930 atau -22,41% dari harga penutupan hari bursa tanggal 7 Januari 2025 pada Rp4.150 menjadi Rp3.220.
Sementara itu rata-rata aktivitas transaksi menurun sebanyak 129.129 saham dengan frekuensi 385 kali dibandingkan hari bursa tanggal 7 Januari 2025 sebanyak 369.700 saham dengan frekuensi 1.220 kali.
Wong Budi Setiawan Corporate Secretary SONA dalam keterangan tertulisnya Senin (21/1) menuturkan bahwa SONA tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
SONA juga tidak mempunyai informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
SONA juga tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017 dan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
Budi Setiawan juga menegaskan bahwa pemegang saham utama tidak/belum memiliki rencana terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan dalam waktu dekat. (end)