34855979
IQPlus, (15/12) - Produsen kendaraan listrik Vietnam, VinFast, telah berkomitmen hingga US$1 miliar untuk memperluas pabrik manufakturnya di Indonesia, dalam peningkatan investasi yang signifikan seiring dengan upaya mereka memposisikan negara tersebut sebagai pusat produksi dan ekspor regional untuk kendaraan setir kanan.
Perusahaan tersebut mengatakan investasi baru ini akan meningkatkan total pengeluaran untuk pabriknya di Jawa Barat menjadi sekitar US$1 miliar, dari investasi awal US$300 juta; kapasitas produksi tahunan akan meningkat menjadi 350.000 unit, dari sebelumnya 50.000 unit.
Pengumuman tersebut disampaikan pada hari Senin (15 Desember) pada acara peresmian fasilitas manufaktur VinFast di Subang, Jawa Barat, yang dihadiri oleh pejabat senior Indonesia dan para eksekutif VinFast.
Fasilitas Subang menandai pabrik pertama VinFast di Asia Tenggara di luar Vietnam, dan yang kedua di Asia setelah India.
Tidak seperti pabriknya di Vietnam, yang berfokus pada kendaraan setir kiri, pabrik di Indonesia dirancang untuk memproduksi kendaraan setir kanan, yang menggarisbawahi perannya sebagai basis ekspor regional.
"Kami telah memutuskan untuk berinvestasi lebih dari US$1 miliar ke depan," kata Pham Sanh Chau, kepala eksekutif VinFast Asia, di sela-sela acara tersebut.
"Sejauh ini, kami telah berinvestasi sekitar US$300 juta, yang memungkinkan kami memproduksi 50.000 kendaraan per tahun. Untuk meningkatkan kapasitas tujuh kali lipat menjadi 350.000 unit per tahun, kami perlu meningkatkan total investasi kami secara signifikan."
Angka US$1 miliar tersebut tidak termasuk pengeluaran untuk infrastruktur baterai, kata perusahaan itu.
VinFast berencana untuk memulai produksi massal di pabrik tersebut bulan depan, awalnya berfokus pada pemenuhan permintaan domestik, dan kemudian beralih ke ekspor produknya ke pasar kendaraan setir kanan lainnya di Asia Tenggara.
Pabrik tersebut akan fokus memproduksi VF3, sebuah SUV mini listrik yang diharapkan VinFast akan menjadi pendorong utama penjualannya di Indonesia.
Chau mengatakan volume ekspor akan ditentukan setelah perusahaan menilai respons pasar dan kinerja produksi.
"Ketika kami memilih Indonesia sebagai basis manufaktur, ekspor ke luar Indonesia selalu menjadi bagian dari rencana kami," katanya. "Setelah permintaan domestik terpenuhi secara memadai, kami bermaksud untuk mengekspor ke pasar dengan kemudi kanan di kawasan ini. Hampir semua negara dengan kemudi kanan di Asia Tenggara dapat menjadi tujuan potensial."
Peluncuran pabrik VinFast di Indonesia bertepatan dengan persiapan pemerintah untuk mengakhiri insentif pajak untuk kendaraan listrik impor yang sudah jadi pada bulan Januari. (end/bussinesstimes.com)