31733896
IQPlus, (13/11) - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (BEI: ITMG) mencatatkan hasil yang baik didukung oleh kinerja operasional yang kuat dengan volume produksi dan penjualan batubara masing-masing meningkat sebesar 12% year-on-year selama 9M24. Perusahaan diperkuat oleh dua tambang baru yang dioperasikan, PT Graha Panca Karsa (GPK) dan PT Tepian Indah Sukses (TIS).
"Keduanya menawarkan kualitas batu bara yang berbeda, GPK lebih condong pada nilai kalori rendah sementara TIS memiliki nilai kalori tinggi. Kami terus berupaya untuk memperluas kapasitas kedua tambang ini guna lebih meningkatkan total produksi batubara kami serta memperoleh lebih banyak nilai dengan menyediakan kualitas batubara yang beragam," kata Manajemen ITMG, dalam siaran pers nya, yang dikutip, Rabu (13/11).
ITMG membukukan pendapatan sebesar $1.657 juta pada 9M24, turun 9% dibandingkan 9M23. Volume penjualan Perusahaan mencapai 17,1 Mt, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 12% year-on-year namun harga jual rata-rata batubara (ASP) turun 20% year-on-year sejalan dengan normalisasi harga batubara.
Perusahaan mencatat pendapatan keuangan sebesar $30 juta pada 9M24, meningkat 20% dari $25 juta pada 9M23 sementara biaya keuangan sedikit meningkat, dari $2,2 juta pada 9M23 menjadi $2,7 juta pada 9M24. Perusahaan juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar $4,8 juta pada 9M24 seiring dengan keuntungan dalam kurs mata uang asing sebesar $6,2 juta.
Perusahaan melaporkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar $273 juta dan laba bersih periode berjalan sebesar $273 juta.
Beban pokok pendapatan turun 3% year-on-year menjadi $1.178 juta pada 9M24 dari $1.216 juta pada 9M23 karena biaya royalti yang lebih rendah yang sejalan dengan penurunan ASP. Peningkatan biaya penambangan dan transportasi batubara masing-masing sebesar 7% dan 9% disebabkan oleh peningkatan volume produksi menjadi 15.0 juta ton pada 9M24, meningkat 12% year-on-year dibandingkan dengan 9M23 sebesar 13,4 juta ton. Beban penjualan meningkat 43% year-on-year seriring dengan volume penjualan yang lebih tinggi selama periode tersebut sementara beban umum dan administrasi menurun 26% year-on-year karena penurunan beban administrasi pertambangan.
Total aset pada akhir September 2024 naik menjadi $2.346 juta, meningkat 7% year-to-date dibandingkan dengan akhir tahun 2023 sebesar $2.188 juta dengan saldo kas meningkat 13 year-to date menjadi $964 juta dari $851 juta pada akhir tahun 2023. Per 30 September 2024, kas dan setara kas masih menjadi porsi terbesar dari total aset Perusahaan sebesar 41%.
Total liabilitas meningkat menjadi $508 juta pada 9M24 dari $399 juta pada akhir tahun 2023 seiring dengan peningkatan utang usaha dan pinjaman bank jangka panjang baru. Pada akhir Juni 2024, jumlah ekuitas mencapai $1.838 juta, meningkat 3% dari $1.789 juta per 31 Desember 2023. (end)