00149081
IQPlus, (02/1) - Emiten jasa logistik dan distribusi energi, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), menyatakan tidak memiliki rencana investasi baru untuk tahun mendatang. Perseroan memilih untuk fokus memaksimalkan kinerja dari aset dan lini bisnis yang sudah ada saat ini.
Dalam acara Public Expose Insidentil yang digelar Rabu (31/12/2025), manajemen mengungkapkan bahwa strategi utama perusahaan ke depan adalah melanjutkan target yang telah dicanangkan sebelumnya. Fokus utama akan diarahkan pada peningkatan volume distribusi serta pemilihan kontrak yang mampu memberikan margin optimal bagi perusahaan.
"Perseroan saat ini belum memiliki rencana investasi baru dan hanya akan melanjutkan target tahun lalu dengan meningkatkan penjualan melalui penguatan jaringan logistik," tulis manajemen dalam laporan hasil tanya jawab public expose tersebut.
Menghadapi dinamika tantangan ekonomi saat ini, INPS menerapkan sejumlah langkah taktis untuk menjaga keberlangsungan usaha. Di antaranya adalah menjaga kontinuitas pasokan BBM dari Pertamina, meningkatkan efisiensi distribusi, serta melakukan optimasi pada pengelolaan biaya operasional. Selain itu, penguatan kerja sama dengan mitra dan pengelolaan arus kas yang sehat menjadi prioritas untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan.
Terkait kinerja keuangan, INPS melaporkan telah membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2.830.499.939 per 30 September 2025. Namun, untuk angka laba bersih final per 31 Desember 2025, manajemen menyatakan data tersebut belum tersedia. Hal ini dikarenakan laporan keuangan tahunan masih dalam proses penyusunan dan harus melalui tahap audit sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah Perseroan untuk tetap fokus pada penguatan jaringan logistik diharapkan dapat terus memenuhi kebutuhan energi masyarakat secara berkelanjutan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. (end)