Indonesia Banks

  • Riset
  • 03 Okt 2023
Handy Noverdanius

Highlights

  • Bank-bank besar yang kami cover membukukan kinerja 8M23 yang sesuai dengan ekspektasi, dimana sebagian besar angka operasional sejalan atau sedikit lebih tinggi dari guidance. Untuk kinerja 3Q23 (yang akan diumumkan pada paruh kedua bulan Oktober), Kami proyeksikan tren kinerja yang positif ini akan berlanjut dimana BMRI kemungkinan akan melaporkan laba bersih konsolidasi yang lebih tinggi dari ekspektasi. Sementara itu, sebagian besar bank melaporkan penurunan laba bersih bulanan (di Agustus,  yang Kami yakini sebagai dampak dari efek high base di Juli karena adanya transaksi one-off yaitu: 1) Pada bulan Juli provisi BBCA mengalami penurunan seiring pembayaran yang lebih tinggi dari debitur; 2) Pada bulan Juli BMRI menerima one-off dividend dari anak usaha; 3) provisi BBRI kembali normal pada Agustus setelah low base di Juni-Juli; dan 4) Pada Juli BBNI menerima pembayaran bunga dari debitur dengan kategori Loan at Risk.
  • Menurut data dari Bank Indonesia pertumbuhan kredit perbankan naik dari 7.8% di Juni menjadi 9.1% yoy di Agustus. Di periode 8M23 BMRI mencatatkan pertumbuhan kredit paling tinggi yaitu sebesar 12.3% yoy, diikuti oleh BBRI sebesar 11.9% yoy, BBCA sebesar 10.1% yoy, dan BBNI sebesar 8.4% yoyKami memperkirakan pertumbuhan kredit akan terus berlanjut hingga akhir FY23F. Sementara itu, pada bulan Agustus pertumbuhan simpanan dana pihak ketiga mengalami perlambatan seiring masih minimnya belanja pemerintah dan lemahnya pemulihan ekonomi untuk segmen masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah, persaingan dengan instrumen keuangan lainnya, giro wajib minimum (GWM) yang lebih tinggi, serta penurunan simpanan nasabah. Kami memperkirakan bank-bank besar (kecuali BBCA) akan menaikkan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) menjadi 90% pada 2H23F dari rata-rata sebesar 89% di Agustus untuk mengoptimalkan neraca keuangan.
  • Bank-bank digital melaporkan kinerja yang beragam pada 8M23. Pertumbuhan kredit masih tetap lemah (rata-rata untuk Seabank, BBYB dan ARTO hanya sebesar +22% yoy pada Agustus-23 vs. +261.2% yoy di Agustus-22 ). Provisi ARTO dan Seabank mengalami perbaikan di 8M23 seiring membaiknya kualitas aset. Sementara itu, kami melihat provisi BBYB belum mencapai level tertingginya, mengingat rasio cakupan NPL yang cukup rendah hanya sebesar 93% pada akhir Juni (standarnya 100%). Investor masih mengkhawatirkan rendahnya ROE bank digital dan pertumbuhan kredit sangat penting untuk meningkatkan ROE.
  • Meskipun kami menilai ruang untuk menaikan proyeksi laba bersih bank-bank besar di 4Q23 cukup terbatas dibandingkan kuartal sebelumnya, kami memperkirakan emiten bank besar masih dapat memberikan pertumbuhan EPS yang menarik sebesar 14%/11% pada 2023F/2024F. Kami mempertahankan rating Overweight pada sektor ini seiring ekspektasi pertumbuhan laba bersih yang solid di 2023F/2024F. BBNI dan BMRI tetap menjadi saham pilihan utama kami - BBNI karena akselerasi pertumbuhan kredit dan valuasi yang menarik (1.2x FY24F P/BV dibandingkan rata-rata peersnya sebesar 2.9x) dan BMRI karena tren ROE yang baik (21.9% di 1H23). Kami masih berhati-hati pada bank-bank digital seiring kekhawatiran terhadap pertumbuhan kreditnya. Risiko: kualitas aset dan likuiditas.
Kembali ke Blog