Perusahaan Gas Negara

  • Riset
  • 30 Okt 2023
Bob Setiadi
Genie Purnamasari

Highlights

  • Laba bersih PGAS di 3Q23 mencapai US$53 juta (-10% qoq, -26% yoy), sehingga akumulasi laba bersih di 9M23 menjadi US$198 juta (-36% yoy), laba bersih tersebut di bawah proyeksi kami/konsensus Bloomberg FY23 dengan pencapaian masing-masing di 62%/68%. Pendapatan di 9M23 mencapai US$2,7 miliar (+2% yoy; 70%/76% dari proyeksi kami/konsensus Bloomberg FY23F) sementara EBITDA mencapai US$707 juta (-11% yoy; 73%/72% dari proyeksi kami/konsensus Bloomberg FY23F), dikarenakan spread dan volume distribusi gas yang lebih rendah dari perkiraan. Pada 3Q23 tidak ada biaya one-off, tetapi kami menghitung bahwa spread distribusi gas di 3Q23 turun menjadi US$1,47/mmbtu (2Q23: US$1,75/mmbtu, 3Q22: US$2,02/mmbtu), menurut kami hal ini disebabkan oleh turunnya pasokan dari salah satu pemasok gas dengan biaya murah.
  • Volume distribusi gas di 9M23 mencapai 948mmscfd (+6% yoy; di bawah estimasi kami dan manajemen). Harga minyak yang lebih tinggi di 3Q23 menyebabkan pendapatan hulu (upstream) menjadi lebih tinggi sebesar US$100 juta (+20% qoq, -43% yoy). Sementara itu, total lifting di 9M23 mencapai 25.4 juta barel per hari (-16% yoy) berada di bawah ekspektasi kami sebesar 27.1 juta barel per hari. Total utang PGAS di 3Q23 turun menjadi US$1,1 miliar (2Q23: US$1,4 miliar; 4Q22: US$1,7 miliar) karena di 3Q23 PGAS melakukan pembelian kembali obligasi sebesar US$271 juta.
  • Mengingat adanya risiko terhadap pasokan gas utama, kami menurunkan asumsi volume distribusi gas PGAS di 2023-25F menjadi 959-997mmscfd (dari 1.012-1.053mmscfd) dan spread distribusi gas menjadi US$1,62-1,67/mmbtu pada 2023-25F (dari US$1,74/mmbtu). Kami juga memangkas proyeksi produksi upstream sebesar 6-8% menjadi 24-26.1mboepd di 2023-25F menyusul penurunan produksi yang lebih cepat dari yang diperkirakan di blok Pangkah. Meskipun demikian, kami mengubah asumsi harga minyak Brent untuk 2024F dari US$80/bbl menjadi US$85/bbl. Secara keseluruhan, kami menurunkan EPS 2023-25F sebesar 12-22%.
  • Setelah memperhitungkan proyeksi EBITDA yang lebih rendah di 2024-25F kami menurunkan target harga (TP) dari Rp1,625 menjadi Rp1,425, Kami mempertahankan rekomendasi Add karena ekspektasi kami terhadap pertumbuhan EPS sebesar 15% di 2024F (karena tidak ada lagi biaya one-off, pertumbuhan volume distribusi gas sebesar 2% yoy) dan imbal hasil dividend yang sehat di 2024F sebesar 8.6%. Risiko: ketentuan lebih lanjut untuk kontrak LNG dan spread gas yang lebih rendah karena perluasan batas-harga (price cap) gas sebesar US$6. Katalis re-rating: pembayaran dividend yang lebih tinggi dan hasil positif dari perjanjian penjualan gas baru di blok Corridor.
Kembali ke Blog